Nama: Hanina ratu fauzan
Nim:104052400031
Prodi / Fakultas: Bisnis Digital / Fakultas Ekonomi dan Bisnis
instigator: 20- Neilsbohr
Hari ini adalah hari pertama saya mengikuti Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University Surabaya, dan wow, saya benar-benar terkesima! Dari saat pertama menginjakkan kaki di kampus, saya bisa merasakan atmosfer inovasi dan semangat untuk maju yang begitu kental. Kampus ini sungguh-sungguh serius dalam mempersiapkan mahasiswanya menghadapi revolusi digital yang sedang mengubah lanskap pendidikan dan industri secara global.
1. Sambutan dan Visi Kepemimpinan
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Telkom University Surabaya, Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T. Beliau memaparkan visi Telkom University dengan penuh semangat dan keyakinan. Saya terkesan dengan bagaimana beliau menggambarkan Telkom University Surabaya sebagai pelopor dalam mengintegrasikan pendidikan berkualitas tinggi dengan inovasi teknologi terdepan.
Prof. Tri Arief menekankan bahwa di era digital ini, pendidikan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempersiapkan mahasiswa untuk dunia yang terus berevolusi. Namun, tantangan ini justru menjadi motivasi bagi Telkom University untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikannya. Beliau menjelaskan bahwa pendekatan Telkom University bersifat holistik, mencakup aspek akademik, pengembangan mahasiswa, inovasi digital, dan persiapan karir.
2. Fondasi Akademik yang Kokoh dan Berwawasan Masa Depan
2.1 Struktur Fakultas dan Program Studi
Selama sesi pengenalan, kami diperkenalkan pada struktur akademik Telkom University. Saya kagum mengetahui bahwa universitas ini memiliki empat fakultas utama yang menjadi pilar pendidikannya:
- Fakultas Teknik Elektro
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Fakultas Informatika
- Fakultas Rekayasa Industri
Yang membuat saya semakin tertarik, Telkom University menawarkan 11 program studi yang beragam. Setiap program studi dirancang bukan hanya untuk memberikan pengetahuan teknis yang mendalam, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, problem-solving, dan soft skills yang sangat penting di era digital ini.
Para dosen dan perwakilan fakultas yang hadir menjelaskan bahwa kurikulum di Telkom University selalu diperbarui untuk mengikuti perkembangan industri terkini. Mereka menekankan bahwa di sini, kami tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga akan banyak terlibat dalam proyek-proyek praktis dan relevan dengan kebutuhan industri.
2.2 Sistem Kredit Semester yang Fleksibel dan Adaptif
Salah satu hal yang paling menarik perhatian saya adalah sistem Kredit Semester (SKS) yang diterapkan di Telkom University. Sistem ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas maksimal kepada mahasiswa, memungkinkan kami untuk menyelaraskan studi dengan minat dan kemampuan individual. Berikut adalah beberapa poin penting yang saya catat:
- Untuk menyelesaikan studi, kami harus mengambil minimum 144 SKS. Jumlah ini, menurut penjelasan yang diberikan, memastikan bahwa kami akan mendapatkan kedalaman dan keluasan pengetahuan yang memadai dalam bidang studi kami.
- Durasi studi normal adalah 8 semester atau 4 tahun. Namun, ada fleksibilitas yang luar biasa di sini. Bagi mahasiswa berprestasi, ada opsi untuk menyelesaikan studi dalam 7 semester. Di sisi lain, bagi yang membutuhkan waktu lebih, kami diberi kesempatan hingga maksimal 12 semester.
- Yang paling mengejutkan saya, kami diperbolehkan mengambil beban studi hingga 24 SKS per semester! Tentu saja, ini disesuaikan dengan kemampuan dan prestasi akademik masing-masing mahasiswa.
Sistem yang fleksibel ini tidak hanya memberikan keleluasaan bagi kami untuk mengatur kecepatan belajar, tetapi juga mendorong kami untuk mengambil tanggung jawab penuh atas pendidikan kami sendiri. Saya merasa sistem ini akan sangat membantu saya untuk mengoptimalkan waktu studi saya sesuai dengan kemampuan dan tujuan karir yang saya inginkan.
3. Peran Strategis Dosen Wali dalam Pengembangan Mahasiswa
Sesi berikutnya memperkenalkan kami pada konsep dosen wali, dan saya harus mengakui, ini adalah salah satu aspek yang paling menarik dari sistem pendidikan di Telkom University. Dosen wali di sini bukan sekadar formalitas atau administrator akademik semata. Mereka memainkan peran yang jauh lebih besar dan strategis dalam pengembangan mahasiswa.
Para senior yang berbagi pengalaman menjelaskan bahwa dosen wali di Telkom University berfungsi sebagai mentor komprehensif yang membimbing mahasiswa dalam berbagai aspek:
- Perencanaan Studi Jangka Panjang: Dosen wali akan membantu kami merencanakan perjalanan akademik kami dari awal hingga akhir, memastikan bahwa setiap semester kami mengambil mata kuliah yang tepat sesuai dengan minat dan tujuan karir kami.
- Pengembangan Karir: Mereka tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membantu kami menyusun strategi pengembangan karir. Ini termasuk membantu kami mengidentifikasi peluang magang, program pertukaran pelajar, atau proyek-proyek yang relevan dengan tujuan karir kami.
- Keterlibatan dalam Penelitian: Yang sangat menarik, dosen wali juga akan memfasilitasi keterlibatan kami dalam penelitian-penelitian cutting-edge. Ini memberi kami kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek riset yang berpotensi memberi dampak nyata.
- Proyek Pengabdian Masyarakat: Dosen wali juga akan membimbing kami dalam merancang dan melaksanakan proyek-proyek pengabdian masyarakat. Ini memastikan bahwa ilmu yang kami peroleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas.
- Pengembangan Soft Skills: Selain kemampuan akademik, dosen wali juga akan membantu kami mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja tim. Keterampilan-keterampilan ini sangat penting dan sejalan dengan tuntutan industri saat ini.
- Konseling Akademik dan Personal: Yang membuat saya terkesan, dosen wali juga siap memberikan konseling, baik terkait masalah akademik maupun personal. Ini menunjukkan komitmen Telkom University untuk memastikan kesuksesan holistik mahasiswanya.
Pendekatan mentorship yang personal dan intensif ini membuat saya merasa bahwa di Telkom University, kami tidak akan dibiarkan berjuang sendiri. Setiap mahasiswa akan mendapat dukungan yang dibutuhkan untuk berkembang secara optimal, baik secara akademis maupun personal. Saya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan dosen wali saya dan memulai perjalanan akademik saya dengan bimbingan yang tepat.
4. Budaya Kampus yang Mendukung Keunggulan dan Inovasi
Salah satu hal yang paling mengesankan dari presentasi hari ini adalah penjelasan tentang budaya kampus Telkom University. Terlihat jelas bahwa universitas ini tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga sangat mementingkan pembentukan karakter dan nilai-nilai yang akan membentuk kami menjadi profesional yang unggul di masa depan.
Telkom University menanamkan dan menghidupi empat nilai inti yang mencerminkan komitmennya terhadap keunggulan dan relevansi global:
- Kerjasama Tim: Nilai ini sangat ditekankan di Telkom University. Kami diberitahu bahwa hampir semua proyek dan tugas akan melibatkan kolaborasi, tidak hanya dengan sesama mahasiswa dari jurusan yang sama, tetapi juga lintas disiplin. Ini bertujuan untuk mempersiapkan kami menghadapi lingkungan kerja masa depan yang semakin terintegrasi dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai bidang keahlian.
- Integritas: Saya sangat terkesan dengan penekanan kuat pada integritas di Telkom University. Kami diajarkan untuk menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan tanggung jawab sosial dalam setiap aspek kehidupan akademik dan profesional. Ada penjelasan detail tentang kebijakan anti-plagiarisme dan pentingnya etika dalam penelitian dan pengembangan teknologi.
- Inovasi: Telkom University benar-benar mendorong mahasiswanya untuk berpikir out of the box. Kami dipaparkan dengan berbagai contoh proyek inovatif yang telah dihasilkan oleh mahasiswa dan alumni. Ada penekanan kuat pada pentingnya memupuk pemikiran kreatif, keberanian untuk menantang status quo, dan kemampuan untuk menghasilkan solusi inovatif bagi masalah kontemporer.
- Excellence: Nilai terakhir ini mungkin yang paling menantang. Telkom University mendorong kami untuk selalu mengejar keunggulan tanpa kompromi dalam setiap upaya akademik dan profesional. Kami diberitahu bahwa standar di sini tinggi, tetapi itu karena universitas percaya pada potensi setiap mahasiswanya untuk memberikan yang terbaik.
Yang membuat saya semakin yakin, nilai-nilai ini bukan sekadar slogan. Mereka diintegrasikan secara aktif ke dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan berbagai inisiatif kampus. Ada banyak contoh yang diberikan tentang bagaimana nilai-nilai ini diterapkan dalam kehidupan kampus sehari-hari.
Misalnya, untuk mendorong inovasi, ada kompetisi ide bisnis tahunan di mana mahasiswa dari berbagai jurusan berkolaborasi untuk menghasilkan solusi teknologi untuk masalah-masalah nyata. Untuk mempromosikan integritas, ada sistem peer review dalam proyek-proyek akademik. Dan untuk mendorong keunggulan, ada program mentoring di mana mahasiswa berprestasi membantu teman-teman mereka yang kesulitan dalam mata kuliah tertentu.
Dengan budaya kampus seperti ini, saya merasa yakin bahwa selama empat tahun ke depan, saya tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan teknis yang mumpuni, tetapi juga akan terbentuk menjadi profesional dengan karakter yang kuat dan relevan dengan kebutuhan global.
5. Pengalaman Mahasiswa yang Komprehensif dan Transformatif
Sesi berikutnya dalam PKKMB memperkenalkan kami pada berbagai program dan kegiatan yang akan membentuk pengalaman kami sebagai mahasiswa Telkom University. Saya takjub melihat betapa komprehensif dan beragamnya kesempatan yang ditawarkan kepada mahasiswa di sini.
Telkom University menawarkan pengalaman mahasiswa yang holistik dan transformatif melalui enam pilar utama:
- PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru): Program yang sedang kami ikuti ini ternyata hanya awal dari perjalanan kami. PKKMB dirancang sebagai program orientasi yang komprehensif untuk memperkenalkan kami pada budaya akademik dan nilai-nilai Telkom University. Selama beberapa hari ke depan, kami akan diperkenalkan lebih detail tentang kehidupan kampus, sistem akademik, dan berbagai peluang yang bisa kami manfaatkan selama studi.
- Program Asrama Wajib: Ini adalah salah satu program yang paling menarik perhatian saya. Telkom University memiliki program asrama wajib bagi mahasiswa baru. Program ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dirancang sebagai pengalaman hidup bersama yang mempromosikan kemandirian, toleransi, dan keterampilan interpersonal. Kami diberitahu bahwa banyak persahabatan dan jaringan profesional yang terbentuk dari pengalaman tinggal di asrama ini.
- Keterlibatan dalam Komunitas dan Kepanitiaan: Telkom University mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam berbagai komunitas dan kepanitiaan acara kampus. Ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan organisasi. Ada banyak sekali komunitas yang bisa kami pilih, mulai dari komunitas teknologi, seni, olahraga, hingga sosial. Selain itu, kami juga didorong untuk terlibat dalam kepanitiaan berbagai acara kampus, yang akan memberikan pengalaman berharga dalam manajemen proyek dan kerja tim.
- Organisasi Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa: Telkom University memiliki beragam organisasi mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa yang bisa kami ikuti. Ini menjadi platform bagi kami untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan passion di luar akademik. Ada organisasi mahasiswa tingkat universitas, fakultas, hingga program studi. Selain itu, ada juga berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mencakup berbagai bidang seperti olahraga, seni, jurnalistik, dan banyak lagi.
- Kompetisi Prestasi Nasional dan Mandiri: Saya sangat tertarik dengan bagian ini. Telkom University sangat mendorong mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ini bukan hanya tentang memenangkan penghargaan, tetapi juga tentang meningkatkan exposure dan daya saing mahasiswa. Ada berbagai jenis kompetisi yang bisa diikuti, mulai dari hackathon, kompetisi bisnis, lomba karya tulis ilmiah, hingga olimpiade sains. Yang membuat saya semakin bersemangat, universitas menyediakan dukungan penuh bagi mahasiswa yang ingin berkompetisi, termasuk pelatihan khusus dan pendampingan dari dosen pembimbing.
- Kerja Praktik, Tugas Akhir, dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Pilar terakhir ini fokus pada pengalaman praktis dan aplikasi ilmu yang telah dipelajari. Kerja Praktik memberikan kesempatan bagi kami untuk magang di perusahaan-perusahaan terkemuka, mendapatkan pengalaman kerja nyata sebelum lulus. Untuk Tugas Akhir, kami didorong untuk melakukan penelitian aplikatif yang relevan dengan industri. Yang paling menarik adalah Program MBKM, di mana kami bisa mengambil mata kuliah di universitas lain, bahkan di luar negeri, atau terlibat dalam proyek-proyek riset dan pengabdian masyarakat.
Pendekatan multi-dimensi ini benar-benar membuat saya kagum. Telkom University tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memastikan bahwa kami berkembang menjadi individu yang well-rounded, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global yang kompleks.
6. Inovasi Digital: Mempersiapkan Mahasiswa untuk Era 5.0 dan Beyond
Bagian ini mungkin yang paling menarik bagi saya. Sebagai calon mahasiswa yang tertarik dengan teknologi, saya sangat antusias mendengar bagaimana Telkom University memposisikan diri dalam menghadapi Era Digital 5.0.
6.1 Proyeksi dan Kontribusi terhadap Ekonomi Digital Indonesia
Telkom University tidak main-main dalam mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia. Mereka aktif berpartisipasi dalam upaya nasional untuk mencapai proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia sebesar 150 miliar dolar AS. Angka ini terdengar fantastis, tetapi melihat keseriusan dan persiapan Telkom University, saya mulai percaya bahwa ini mungkin dicapai.
Universitas juga fokus pada pengembangan ekosistem inovasi yang mendukung pertumbuhan startup dan teknologi baru. Ada inkubator bisnis di kampus yang membantu mahasiswa mengembangkan ide-ide inovatif mereka menjadi bisnis yang viable. Beberapa alumni bahkan sudah berhasil mendirikan startup teknologi yang cukup terkenal di Indonesia.
6.2 Transformasi Industri dan Persiapan Pasar Kerja Masa Depan
Telkom University sangat aware dengan perubahan cepat yang terjadi di industri. Mereka merespons perubahan ini dengan strategi multi-faceted:
- Kurikulum Adaptif: Kurikulum di sini selalu diperbarui untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi pekerjaan masa depan. Mereka memperkenalkan mata kuliah-mata kuliah baru yang relevan dengan tren industri, seperti Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Internet of Things, dan Cybersecurity. Yang menarik, bahkan untuk jurusan non-IT pun dibekali dengan pemahaman dasar teknologi digital.
- Integrasi Keterampilan Digital: Keterampilan digital dan computational thinking diintegrasikan dalam semua program studi. Ini memastikan bahwa semua lulusan Telkom University, apapun jurusannya, memiliki literasi digital yang baik.
- Program Pelatihan Khusus: Untuk menjembatani kesenjangan keterampilan (skill gap), Telkom University menyediakan berbagai program pelatihan khusus dan sertifikasi industri. Ini termasuk bootcamp coding, workshop design thinking, dan pelatihan soft skills yang relevan dengan industri 4.0.
- Kolaborasi dengan Industri: Yang sangat mengesankan, Telkom University memiliki kerjasama erat dengan berbagai perusahaan terkemuka. Ini memastikan bahwa kurikulum mereka selalu relevan dengan kebutuhan industri. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang magang dan rekrutmen langsung bagi mahasiswa.
6.3 Inovasi Telkom dalam Infrastruktur dan Pendidikan Digital
Telkom University tidak hanya mengajarkan tentang teknologi, tetapi juga menerapkannya dalam sistem pendidikan mereka:
- Backbone Network: Mereka mengembangkan dan mengimplementasikan Backbone Network yang canggih untuk mendukung infrastruktur digital nasional. Ini tidak hanya digunakan untuk keperluan internal, tetapi juga menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk belajar tentang jaringan skala besar.
- Learning Management System Inovatif: Telkom University memiliki sistem manajemen pembelajaran yang adaptif, mendukung blended learning dan personalisasi pendidikan. Sistem ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri dan mendapatkan materi yang disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing.
- Laboratorium Riset Cutting-Edge: Investasi besar-besaran dilakukan dalam pengadaan laboratorium riset terkini. Ini memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam penelitian teknologi terdepan, mulai dari AI, robotika, hingga teknologi 5G.
Melihat semua ini, saya merasa bahwa di Telkom University, saya tidak hanya akan belajar tentang teknologi masa depan, tetapi juga akan menjadi bagian dari pengembangan teknologi itu sendiri.
7. Mendorong Penelitian dan Kewirausahaan Mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
Salah satu highlight dari presentasi hari ini adalah penjelasan tentang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Ini adalah program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Telkom University sangat mendorong partisipasi mahasiswanya dalam program ini.
PKM terdiri dari berbagai kategori yang mencakup aspek penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, dan inovasi teknologi:
- PKM-RE (Riset Eksakta): Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian dalam bidang sains dan teknologi. Saya sudah membayangkan bisa terlibat dalam penelitian-penelitian canggih di laboratorium Telkom University.
- PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora): Untuk mahasiswa yang tertarik dengan ilmu-ilmu sosial dan humaniora, ini adalah wadah untuk melakukan penelitian di bidang tersebut.
- PKM-K (Kewirausahaan): Ini sangat menarik bagi saya yang memiliki jiwa wirausaha. Program ini mendukung mahasiswa dalam pengembangan ide bisnis dan startup.
- PKM-PM (Pengabdian kepada Masyarakat): Program ini fokus pada proyek-proyek yang memberikan solusi untuk masalah di masyarakat. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari untuk kebaikan masyarakat.
- PKM-PI (Penerapan Iptek): Di sini, mahasiswa bisa mengaplikasikan teknologi untuk memecahkan masalah spesifik. Ini seperti versi praktis dari penelitian yang dilakukan di PKM-RE.
- PKM-KC (Karsa Cipta): Program ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan prototipe produk atau sistem inovatif. Saya bisa membayangkan mengembangkan gadget baru atau aplikasi revolusioner melalui program ini.
- PKM-AI (Artikel Ilmiah): Untuk mahasiswa yang tertarik dengan penulisan akademik, ini adalah kesempatan untuk menulis artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian.
- PKM-GT (Gagasan Tertulis): Program ini memungkinkan mahasiswa untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka dalam bentuk tulisan ilmiah.
Yang membuat saya semakin bersemangat, Telkom University menyediakan dukungan komprehensif untuk kesuksesan mahasiswa dalam program-program ini:
- Ada pendanaan internal untuk pengembangan proposal dan prototipe.
- Mentoring intensif disediakan oleh dosen dan praktisi industri.
- Mahasiswa diberikan akses ke fasilitas penelitian dan laboratorium state-of-the-art.
- Ada workshop dan pelatihan khusus untuk meningkatkan kualitas proposal dan presentasi.
Melalui partisipasi aktif dalam PKM, saya merasa bahwa di Telkom University, saya tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga akan mendapat kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan saya dalam proyek-proyek nyata yang bisa memberi dampak pada masyarakat dan industri.
8. Kesehatan Mental: Prioritas dalam Pengembangan Mahasiswa Holistik
Saya sangat terkesan dengan perhatian Telkom University terhadap kesehatan mental mahasiswanya. Mereka menyadari bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan prestasi akademik dalam menentukan keberhasilan dan kesiapan profesional mahasiswa.
Telkom University mengimplementasikan berbagai inisiatif komprehensif untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa:
- Layanan Konseling Profesional: Universitas berkolaborasi dengan psikolog dan konselor profesional untuk menyediakan layanan konseling yang mudah diakses. Mahasiswa bisa berkonsultasi tentang berbagai masalah, mulai dari stres akademik hingga masalah personal.
- Workshop dan Seminar: Ada seri workshop dan seminar regular tentang manajemen stres, mindfulness, dan resiliensi mental. Ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan coping yang penting untuk menghadapi tekanan akademik dan kehidupan.
- Integrasi dalam Kurikulum: Yang menarik, topik kesehatan mental diintegrasikan dalam kurikulum wajib. Ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tetapi juga membantu mengurangi stigma seputar masalah kesehatan mental.
- Program Peer Support: Ada program di mana mahasiswa senior yang telah dilatih menjadi peer counselor bagi juniornya. Ini menciptakan sistem dukungan yang lebih approachable bagi mahasiswa yang mungkin ragu mencari bantuan professional.
- Fasilitas Olahraga dan Rekreasi: Telkom University menyediakan berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi yang mendukung gaya hidup sehat dan seimbang. Ada gym, lapangan olahraga, dan bahkan area meditasi di kampus.
Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan komitmen Telkom University untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan kompeten secara teknis, tetapi juga tangguh secara mental dan emosional. Saya merasa ini akan sangat membantu dalam menghadapi tantangan akademik dan nantinya di dunia profesional yang dinamis.
9. Wawasan Kebangsaan: Membentuk Pemimpin Masa Depan dengan Jiwa Nasionalis
Bagian terakhir dari presentasi PKKMB hari ini adalah tentang program wawasan kebangsaan di Telkom University. Saya sangat terkesan melihat bagaimana universitas ini tidak hanya fokus pada keunggulan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.
9.1 Program Wawasan Kebangsaan Telkom University
Telkom University memiliki beberapa program unggulan untuk menanamkan wawasan kebangsaan:
- Kurikulum Terintegrasi: Ada mata kuliah wajib tentang Pancasila, Kewarganegaraan, dan Sejarah Indonesia yang didesain khusus untuk konteks digital modern. Ini membantu kami memahami relevansi nilai-nilai nasional dalam era teknologi.
- Seminar dan Kuliah Tamu: Universitas sering menghadirkan tokoh-tokoh nasional, pakar kebijakan, dan pemimpin industri untuk berbagi perspektif tentang peran teknologi dalam pembangunan nasional. Ini memberi kami wawasan langsung dari para praktisi dan pembuat kebijakan.
- Proyek Kolaboratif Nasional: Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam proyek-proyek yang mengatasi tantangan nasional menggunakan solusi teknologi inovatif. Ini membantu kami melihat bagaimana ilmu yang kami pelajari bisa berkontribusi langsung pada kemajuan bangsa.
- Program Pertukaran Domestik: Ada kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di berbagai daerah di Indonesia. Ini memperkuat pemahaman kami tentang keberagaman dan potensi nasional, sekaligus memperluas jaringan kami di seluruh Indonesia.
- Kompetisi Inovasi Berbasis Kearifan Lokal: Telkom University menyelenggarakan kompetisi yang menggabungkan teknologi dengan nilai-nilai dan kearifan lokal Indonesia. Ini mendorong kami untuk berinovasi sambil tetap menghargai warisan budaya.
9.2 Membangun Karakter Nasionalis di Era Digital
Telkom University juga menekankan pentingnya membangun karakter nasionalis yang adaptif terhadap perubahan global:
- Digital Citizenship: Kami diajarkan tentang tanggung jawab dan etika dalam penggunaan teknologi untuk kepentingan nasional. Ini termasuk pemahaman tentang keamanan siber dan perlindungan data.
- Literasi Budaya Digital: Program ini membekali kami dengan kemampuan untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia melalui platform digital. Kami belajar bagaimana teknologi bisa menjadi alat untuk memperkuat identitas nasional.
- Inovasi untuk Negeri: Ada dorongan kuat untuk mengembangkan teknologi yang berfokus pada penyelesaian masalah-masalah khas Indonesia. Ini membantu kami melihat bagaimana inovasi teknologi bisa berkontribusi langsung pada pembangunan nasional.
- Kepemimpinan Berbasis Nilai: Telkom University bertujuan membentuk pemimpin masa depan yang memiliki visi nasional namun berpikiran global. Kami dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang bisa membawa Indonesia bersaing di kancah internasional tanpa kehilangan jati diri bangsa.
9.3 Kolaborasi dengan Lembaga Nasional
Yang sangat mengesankan, Telkom University aktif berkolaborasi dengan lembaga-lembaga nasional untuk memperkuat program wawasan kebangsaannya:
- Kerjasama dengan Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional): Ada program pengembangan kepemimpinan nasional yang diselenggarakan bersama Lemhannas. Ini memberikan pemahaman mendalam tentang isu-isu strategis nasional dan bagaimana teknologi dapat berperan dalam memperkuat ketahanan nasional.
- Kolaborasi dengan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila): Telkom University bekerja sama dengan BPIP dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum teknologi. Ini memastikan bahwa perkembangan teknologi di Indonesia tetap sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa.
- Partisipasi dalam Program Strategis Nasional: Mahasiswa dan dosen Telkom University sering dilibatkan dalam program-program strategis nasional di bidang teknologi dan inovasi. Ini memberi kesempatan langsung untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.
Melalui inisiatif-inisiatif ini, Telkom University memastikan bahwa lulusannya tidak hanya menjadi ahli teknologi, tetapi juga warga negara yang bertanggung jawab dan pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Day 3: Menggali Potensi
dan Menghadapi Masa Depan
Hari ketiga PKKMB di
Telkom University Surabaya semakin menarik dan memberikan pengalaman yang lebih
dalam bagi kami, para mahasiswa baru. Pada hari ini, kami diperkenalkan dengan
organisasi mahasiswa yang ada di kampus, serta mendapat banyak wawasan tentang
perkembangan teknologi terkini yang diusung oleh Telkom University. Sesi hari
ini juga diwarnai dengan pemaparan tentang kode etik, syarat kelulusan, dan
langkah-langkah preventif yang diambil kampus untuk melindungi warganya dari
kekerasan seksual. Semua materi yang disampaikan hari ini membuka mata kami
lebih lebar tentang pentingnya kolaborasi, inovasi, dan kepedulian terhadap
masyarakat serta bagaimana kami bisa mempersiapkan diri untuk berkontribusi
dalam pembangunan nasional dan global.
Perkenalan DPM, BEM, dan
HIMA di Telkom University Surabaya
Sesi dimulai dengan
pengenalan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Telkom University Surabaya. DPM adalah lembaga legislatif mahasiswa yang
bertugas mengawasi kinerja BEM serta menampung aspirasi mahasiswa. BEM, di sisi
lain, adalah lembaga eksekutif yang menjalankan program-program kerja yang
berhubungan langsung dengan pengembangan mahasiswa di kampus. Kedua organisasi
ini memiliki peran penting dalam menjaga dinamika kehidupan mahasiswa yang
aktif dan responsif.
Setelah itu, kami juga
diperkenalkan dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari masing-masing program
studi. Telkom University Surabaya memiliki 11 prodi, dan setiap prodi memiliki
HIMA yang bertugas mendukung kegiatan akademik dan non-akademik mahasiswa. Dengan
bergabung ke HIMA, kami dapat memperluas jaringan, mengembangkan bakat, dan
berpartisipasi dalam kegiatan yang selaras dengan minat kami.
Teknologi untuk Masa
Depan: "Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals are Ready for the
Future"
Sesi berikutnya adalah
tentang teknologi dengan tema "Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals
are Ready for the Future". Tema ini benar-benar menggambarkan semangat
Telkom University dalam mendorong mahasiswa menjadi individu yang siap menghadapi
tantangan global di era digital.
Salah satu hal yang
dipresentasikan adalah hasil dari proyek-proyek smart farming, seperti Smart
Tani dan LeFeeder. Smart Tani adalah inovasi di sektor
pertanian yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi,
sedangkan LeFeeder adalah teknologi pemberian pakan otomatis yang
dikembangkan untuk sektor perikanan. Selain itu, ada pula pengenalan teknologi smart
farming untuk peternakan ayam, yang dirancang untuk mengoptimalkan
pertumbuhan dan kesehatan ternak melalui sistem otomatisasi dan pemantauan
jarak jauh.
Selain smart farming,
kami juga diperkenalkan dengan konsep smart village dan smart city,
di mana teknologi dimanfaatkan untuk mengelola desa dan kota secara lebih
efisien, berkelanjutan, dan terintegrasi. Inisiatif seperti ini diharapkan
dapat mempercepat perkembangan wilayah pedesaan dan perkotaan di Indonesia.
Satu proyek kolaborasi
yang menarik perhatian kami adalah kolaborasi Telkom University dengan Adidas
untuk pemberdayaan desa dalam konteks smart city. Melalui kolaborasi
ini, Telkom University membantu mengembangkan solusi teknologi yang mendukung
keberlanjutan dan inklusivitas masyarakat di desa.
Sesi ini juga menyoroti
pentingnya teknologi berkelanjutan dan konsep circular technology.
Konsep ini menekankan pentingnya meminimalkan limbah dan menciptakan produk
yang lebih ramah lingkungan. Kami sangat terdorong untuk berpikir secara
inovatif dalam menciptakan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga
bertanggung jawab secara lingkungan.
Pemaparan Materi PPKS:
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual
Bagian yang sangat
penting dari hari ini adalah pemaparan tentang Pencegahan dan Penanganan
Kekerasan Seksual (PPKS) di Telkom University. Kampus ini memiliki komitmen
yang kuat untuk melindungi seluruh warganya dari segala bentuk kekerasan
seksual. PPKS di Telkom University didasarkan pada prinsip-prinsip kepentingan
terbaik bagi korban, keadilan, dan kesetaraan gender.
Sasaran dari program ini
adalah seluruh elemen kampus, mulai dari mahasiswa, pendidik, tenaga
kependidikan, hingga masyarakat umum yang berinteraksi dengan mahasiswa. Telkom
University berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, di mana
semua orang dihargai dan dilindungi.
Materi ini mengingatkan
kami tentang pentingnya pendidikan mengenai kesetaraan gender dan pentingnya
melindungi hak-hak setiap individu di kampus. Selain itu, kami juga diajarkan
tentang bentuk pelaporan dan penanganan yang dapat diambil jika terjadi kasus
kekerasan seksual.
TAK (Transkrip Aktivitas
Kemahasiswaan) dan Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK)
Selain itu, kami
diperkenalkan dengan konsep Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) yang
merupakan rekaman aktivitas non-akademik mahasiswa selama di kampus. TAK sangat
penting sebagai indikator keaktifan mahasiswa di luar kegiatan akademik,
seperti berorganisasi, ikut serta dalam kegiatan sosial, atau berprestasi dalam
kompetisi. TAK juga menjadi salah satu syarat penting untuk kelulusan, di mana
mahasiswa perlu mengumpulkan poin-poin yang diperoleh dari aktivitas-aktivitas
tersebut.
Indeks Keaktifan
Kumulatif (IKK) adalah indikator lain yang mencerminkan seberapa aktif
mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan kampus. Hal ini mendorong kami untuk
tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman
melalui aktivitas-aktivitas lain yang bermanfaat.
Kesimpulan dan Kesan
PKKMB 2024
PKKMB 2024 di Telkom University Surabaya bukan sekadar kegiatan orientasi biasa, melainkan sebuah pengalaman yang sangat memukau dan penuh dengan energi. Selama tiga hari ini, saya benar-benar merasakan atmosfer kampus yang hidup, inovatif, dan penuh dengan semangat kolaborasi. Dari sambutan yang hangat oleh pimpinan universitas hingga berbagai sesi pengenalan organisasi mahasiswa, kami diperkenalkan pada sebuah dunia yang baru – dunia yang dipenuhi oleh kesempatan untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi.
Saya sangat terkesan dengan bagaimana kampus ini tidak hanya mempersiapkan kami secara akademis, tetapi juga memberikan banyak kesempatan untuk berkembang secara pribadi dan profesional. Tidak ada momen yang terasa biasa-biasa saja. Setiap sesi, terutama yang membahas teknologi masa depan seperti smart farming dan smart city, benar-benar membuat saya berpikir: inilah masa depan yang sedang kami ciptakan bersama.
Saya pribadi merasakan betapa kampus ini sangat serius dalam memberikan pengalaman yang menyeluruh. Program-program inovatif yang kami pelajari, termasuk kerja nyata dalam riset dan teknologi, serta program-program pemberdayaan desa dengan konsep smart city, bukan sekadar teori, tetapi nyata. Rasanya sangat menginspirasi melihat bagaimana Telkom University tidak hanya mengajarkan kami tentang teknologi masa depan, tetapi juga bagaimana memanfaatkannya untuk kebaikan masyarakat.
Selain itu, perhatian yang besar terhadap isu-isu penting seperti pencegahan kekerasan seksual dan pentingnya menjaga kesehatan mental membuat saya merasa bahwa kampus ini benar-benar peduli terhadap kesejahteraan setiap warganya. Saya merasa aman dan didukung, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam perkembangan pribadi saya. Semua langkah pencegahan, layanan konseling, dan program kesehatan mental menunjukkan komitmen Telkom University dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan inklusif.
Tak lupa, suasana solidaritas antar mahasiswa di sini sungguh terasa. Ketika kami diperkenalkan dengan DPM, BEM, dan HIMA dari berbagai program studi, saya dapat melihat semangat kebersamaan yang tinggi. Para senior menyambut kami dengan tangan terbuka, siap membantu dan membimbing kami untuk bisa beradaptasi dengan cepat di lingkungan kampus. Rasa bangga sebagai bagian dari Telkom University mulai tumbuh dalam diri saya, dan saya yakin, perasaan ini akan semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Saya juga merasa sangat bersemangat dengan Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) dan konsep Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK). Ini memacu saya untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengeksplorasi berbagai kegiatan yang ada di kampus, dari organisasi hingga kompetisi-kompetisi prestasi. Saya yakin, melalui kegiatan ini saya akan bisa tumbuh menjadi individu yang seimbang antara prestasi akademik dan keterlibatan sosial.
Secara keseluruhan, PKKMB 2024 adalah pengalaman yang sungguh tak terlupakan. Saya bisa merasakan sendiri betapa kampus ini memberikan kami bekal yang sangat kuat untuk menghadapi tantangan masa depan. Rasanya euforia dan semangat kebersamaan terus melekat di sepanjang acara. Kini, saya merasa lebih siap dan optimis untuk menjalani kehidupan perkuliahan di Telkom University. Tidak sabar rasanya untuk terlibat lebih banyak dan mengambil setiap peluang yang ada. Empat tahun ke depan akan menjadi petualangan yang luar biasa, dan saya yakin, bersama dengan teman-teman baru dan bimbingan dari para dosen serta organisasi kampus, kami akan mampu mewujudkan mimpi besar kami di masa depan.

